Diposkan pada News

Sudahkah, mempersiapkan diri untuk menghadapai Revolusi Industri 4.0?

artikel 2

Indonesia tidak bisa lagi menghindari tantangan arus globalisasi yang disertai melesatnya perkembangan teknologi. Saat ini perkembangan dunia telah memasuki revolusi industri 4.0. Pada era ini banyak bermunculan robot canggih, superkomputer, 3D printing, serta pengoptimasian fungsi otak manusia dengan editing genetik dan perkembangan neuroteknologi.

Era revolusi industri keempat ini mengacu kepada bagaimana teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mempengaruhi kehidupan manusia, sehingga menurut beberapa studi menunjukkan akan menghilangnya beberapa lapangan pekerjaan, namun pada saat yang bersamaan juga akan menciptakan lapangan pekerjaan dan keterampilan baru.

Banyak yang mengkhawatirkan hal ini karena banyak pekerjaan manusia yang digantikan dengan kecerdasan buatan yang menimbulkan penurunan tenaga kerja. Sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama untuk menghadapi era revolusi industri keempat.

Berdasarkan paparan The Future of Jobs Report, World Economic Forum. Keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 diantaranya:
1. Complex problem-solving (pemecahan masalah yang kompleks)

  1. Critical thinking (berfikir kritis)
  2. Creativity (kreatif)
  3. People management (mengatur banyak orang)
  4. Coordinating with others (berkoordinasi dengan orang lain)
  5. Emotional intelligence (kecerdasan emosional)
  6. Judgement and decision-making (kemampuan membuat keputusan)
  7. Service orientation (berorientasi pada pelayanan)
  8. Negotiation (negosiasi atau diplomasi)
  9. Cognitive flexibility (berpikir sesuai dengan kebutuhan)

Secara garis besar sepuluh keterampilan tersebut merupakan soft skill. Artinya soft skill menjadi salah satu faktor paling penting untuk dimiliki sumber daya manusia untuk menghdapai revolusi industri 4.0 saat ini.

Kebanyakan lembaga pendidikan umum di Indonesia hanya mengajarkan tentang hard skill saja dan minim yang mengajarkan tentang soft skill sehingga pelajar/mahasiswa harus mengikuti kegiatan di luar jam sekolah atau jam kuliah untuk meningkatkan soft skill, salah satunya dengan mengikuti organisasi masyarakat, organisasi kampus atau sekolah, komunitas atau kegiatan sosial lainnya. Dengan mengikuti hal-hal tersebut soft skill pelajar atau mahasiswa akan semakin terasah, Mereka dapat belajar untuk bisa memiliki inisiatif, berkoordinasi dengan orang lain, belajar tentang cara menyampaikan pendapat mereka dengan baik dan benar, berkomunikasi dengan baik, dan bertanggung jawab.

Hal penting yang perlu diperhatikan juga agar bisa bertahan di tengah perkembangan teknologi. Seperti halnya saat ini mampu menguasai satu skill atau teknologi dengan mahir, satu detik atau satu hari kemudian akan ada lagi skill atau teknologi yang baru. Hal ini mencermikan bahwasannya yang perlu kita miliki bukan kemampuan teknisnya melainkan kesabaran untuk mau terus belajar hal baru, menjadi life long learner (pembelajar seumur hidup) karena dengan sikap life long learner (pembelajar seumur hidup) soft skill ataupun hard skill akan mampu dikuasai dan para life long learner (pembelajar seumur hidup) akan terus hidup relevan dimanapun dan kapanpun mengikuti perkembangan zaman.

Iklan

Penulis:

Salam Kerjasama Mahasiswa Perindustrian Indonesia FLMPI Pelopor ATK Yogyakarta Solidarity, Togetherness

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s