Diposkan pada News

Bedah Buku Revolusi Industri 4.0 di Politenik ATK Yogyakarta

 

bedah buku 2

Rabu, (01/05) bertepatan memperingati hari buruh FLMPI ATK Yogyakarta mengadakan bedah buku yang bertajuk seputar dunia industri yaitu Revolusi Industri 4.0 tahun 2019 dengan tema “Milenial Vs Industri 4.0 “, bertempat di ruang 201 kampus 1 Politeknik ATK Yogyakarta, yang dihadiri oleh mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta dan beberapa mahasiswa luar dan juga dihadiri pembantu direktur tiga Bapak Sutopo.

Pemateri pada bedah buku ini adalah Ketua Forkomsi Universitas Gajah Mada tahun 2018 dan 2019, yaitu Aryan Danil Mirza dan M. Halim di moderatori oleh Widad mahasiswi TPKP angkatan 2018.

“Revolusi industri pasti terjadi diawali dengan ditemukannya mesin uap pada revolusi industri, dilanjut dengan revolusi kedua dengan perubahan lay out pabrik guna memproduksi barang secara masal, penggunaan mesin otomasi pada revolusi industri ketiga dan yang sekarang terjadi adalah internet of thing yaitu revolusi industri keempat yang mana semua aktivitas produksi menggunakan teknologi internet untuk mengakses atau menggunakannya” ujar Mas Aryan

Revolusi industri keempat menurut Mas Halim memiliki dampak negatif karena menghilangkan salah satu aspek kehidupan yaitu interaksi sosial, Mas Halim mengambil salah satu contoh dengan adanya toko online sehingga konsumen bisa membeli barang yang dibutuhkan tanpa harus bertemu langsung atau interaksi dengan penjualnya, hal ini akan berdampak munculnya sikap individualis pada setiap manusia.

Penjelasan dari kedua pembicara berlangsung selama kurang lebih satu jam, dan dilanjut dengan sesi tanya jawab,

Salah satu peserta bertanya bagaimana cara untuk mencegah dari dampak revolusi industri keempat yaitu munculnya sikap individualis? Mas Aryan menjawab bawasannya tidak ada cara yang efektif untuk mencegahnya karena teknologi semakin berkembang mengikuti berkembangan zaman sehingga cara yang diperlukan adalah tindakan preventif  dan tindakan preventif ini diawali pada level keluarga terlebih dahulu dengan dibuatkannya aturan-aturan semisal ada waktu tertentu untuk berkumpul dengan keluarga tanpa memegang gadget, dan sebagainya, yang perlu digaris bawahi adalah jangan sampai adanya teknologi menjadi penghambat interaksi sosial. Mas Halim menambahan bawasannya perlu menanamkan pendidikan sosial sejak dini, dan kembali kepada individu masing-masing dan semua berawal dari kita ingin mengubah diri sendiri atau tidak.

Setelah sesi tanya jawab acara selanjutnya yaitu penutup dengan penyerahan cendera mata dari panitia kepada pembicara, yang diserahkan oleh ketua pelaksana dan koordinator kampus Politenik ATK Yogyakarta.

 

Iklan

Penulis:

Salam Kerjasama Mahasiswa Perindustrian Indonesia FLMPI Pelopor ATK Yogyakarta Solidarity, Togetherness

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s