Diposkan pada News

Apa itu Revolusi Industri??

RE 4.0.jpg

Haii sobat industri, kali ini penulis akan menjelaskan topik yang sangat dekat dengan kehidupan dunia penulis yaitu dunia perindustrian.

Dalam dunia perindustrian revolusi industri sudah bukan menjadi hal yang tabu, karena semakin berkembangnya zaman, revolusi industri pasti akan terjadi. Berbicara tentang revolusi industri, sebagian besar pasti sudah pernah belajar tentang revolusi industri di Inggris, yang dipelajari di dalam pelajaran sejarah. Pada era sekarang revolusi industri sudah memasuki industri 4.0, mau tidak mau Indonesia harus siap menghadapi revolusi industri, sehingga banyak yang membicarakan tentang revolusi industri, khususnya Kementrian Perindustrian RI. Strategi apa yang diterapkan Kementerian Perindustrian dalam menghadapi revolusi industry 4.0. sebelum membahas strategi pemerintah Indonesia alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu revolusi industri?, bagaimana sejarah revolusi industri mulai dari pertama, hingga yang keempat.

Revolusi Industri

Penjelasan secara sederhana revolusi industri adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Sejarah mencatat perubahan cara manusia memproduksi barang sudah terjadi tiga kali, dan saat ini mengalami yang keempat. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul .

Revolusi Industri 1.0

Revolusi industri pertama ditandai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam memproduksi barang. Sebelum ditemukannya mesin uap pada saat itu proses produksi masih mengandalkan tenaga otot, tenaga hewan, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.

Misalnya manusia, sapi, kuda dsb. Tidak mungkin bisa mengangkat beban yang amat berat karena terbatasnya tenaga yang digunakan sehingga membutuhkan waktu berkala untuk beristirahat, meskipun menggukan alat bantu katrol.

Selain dengan otot, tenaga lain yang sering digunakan adalah tenaga angin dan tenaga air. Pemanfaatan tenaga ini biasanya digunakan dalam proses penggilingan. Penggilingan yang begitu berat biasanya manusia memanfaatkan tenaga angin dan tenaga air. Pemanfaatan tenaga ini tidak bisa digunakan dimana saja, tenaga ini hanya bisa dimanfaatkan di dekat air terjun dan daerah yang berangin kencang saja dan juga tenaga yang dihasikan tidak bisa stabil.

Penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1776 menyebabkan produksi barang lebih efisien dan murah. Tenaga bisa dihasilkan dengan mesin uap dimana saja tidak harus dekat dengan air terjun atau daerah yang berangin, dan juga tidak ada batasan waktu untuk menggerakkan mesin.

Revolusi Industri 2.0

Revolusi Industri kedua terjadi di awal abad ke-20, ditandai dengan berkembangnya energi listrik dan motor penggerak. Penggunaan mesin masih tetap digunakan dalam proses produksi barang. Perubahan hanya terjadi tenaga yang digunakan tenaga uap digantikan tenaga listrik.

Motor penggerak digunakan untuk mempercepat proses produksi, yang awalnya perakitan sebuah barang dirakit oleh seorang saja dari awal hingga menjadi barang jadi, hal ini memiliki kelemahan besar, perakitan dilakukan oleh banyak orang dalam waktu bersamaan. Artinya setiap tukang harus menguasai semua proses dalam merakit barang tersebut. Semisal dalam proses perakitan terdapat masalah, mobil yang belum jadi harus “Digeser” dan si tukang harus meminta barang baru sehingga proses produksi mobil bisa berjalan terus. Butuh waktu untuk memindahkan mobil bermasalah ini. Butuh waktu mendapatkan mobil baru, dan proses perakitan harus mulai dari 0 lagi. Karena itu, proses perakitan mobil seperti ini terasa lambat.

Revolusi terjadi dengan menciptakan “Lini Produksi” atau Assembly Line yang menggunakan “motor penggerak” atau conveyor belt di tahun 1913. Proses produksi berubah total. Tidak ada lagi satu tukang yang menyelesaikan satu mobil dari awal hingga akhir, para tukang diorganisir untuk menjadi spesialis, cuma mengurus satu bagian saja. Memasang ban misalnya. Produksi Ford Model T dipecah menjadi 45 pos, mobil-mobil tersebut kini dipindahkan ke setiap pos dengan conveyor belt, lalu dirakit secara SERIAL. Misalnya, setelah dipasang ban dan lampunya, barulah dipasang mesinnya seperti gambar di bawah. Semua ini dilakukan biasanya dengan bantuan alat-alat yang menggunakan tenaga listrik, yang jauh lebih mudah dan murah daripada tenaga uap.

Revolusi Industri 3.0

Setelah terjadi perubahan tenaga otot dengan tenaga uap, produksi barang dilakukan oleh spesialis masing-masing, revolusi industri pertama dan kedua manusia masih berperan penting dalam proses produksinya. Revolusi industry pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi industri kedua dipicu oleh motor penggerak dan tenaga listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yag bergerak secara otomatis.

Komputer menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi. Proses ini disebut “Otomatisasi” semuanya jadi otomatis, tidak memerlukan manusia lagi. Artinya, sekali lagi terjadi penurunan kelangkaan sumber daya manusia, terbebasnya ribuan tenaga kerja untuk pekerjaan – pekerjaan lain. Seiring dengan kemajuan komputer, kemajuan mesin-mesin yang bisa dikendalikan komputer tersebut juga meningkat. Macam-macam mesin diciptakan dengan bentuk dan fungsi yang menyerupai bentuk dan fungsi manusia. Komputer menjadi otaknya, robot menjadi tangannya, pelan-pelan fungsi pekerja kasar dan pekerja manual menghilang. Namun, ini bukan berarti tugas manusia di produksi bisa digantikan sepenuhnya oleh robot melainkan Munculnya robot dan komputer menjadi penolong manusia, bukannya penggantinya.

Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya internet of  thing. Inti pada revolusi industri 3.0 adalah pada upgrade lini produksi dengan komputer dan robot. Jadi revolusi industri 4.0 pastinya menggunakan komputer dan robot sebagai dasarnya. Perkembangan dunia komputer akhir-akhir ini sangat pesat, kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Inilah bagian dari revolusi industry keempat “internet of thing” saat komputer – komputer yang ada pada industri tersambung ke internet. Saat ada pada lini produksi langsung bisa diketahui oleh pemilik industry pada saat itu juga dimanapun berada.

Perkembangan komputer tidak hanya “internet of thing” malainkan komputer dan robot mampu untuk belajar, yang bisa sadar bahwa dirinya melakukan kesalahan sehingga melakukan koreksi yang tepat untuk memperbaiki hasil berikutnya. sebuah komputer melakukan tugasnya dengan “Diperintahkan” atau “Diinstruksikan” oleh manusia. teknologi ini disebut Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Strategi Kemenperin dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Dalam upaya menghadapi revolusi industri 4.0 kementerian Perindustrian menyiapkan beberapa strategi diantaranya:

Pertama, mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri. Pelaksanaan Pendidikan vokasi yang link and math antara SMK dengan industri. Pengembangan program ini sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai di dunia industry.

Langkah kedua, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-smart IKM.“Program e-smart IKM ini merupakan upaya juga memperluas pasar dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era Industry 4.0,” .

Ketiga, menargetkan Industri nasional dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. “Sistem Industry 4.0 ini akan memberikan keuntungan bagi industri, misalnya menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya sekitar 12-15 persen,” ungkapnya. Airlangga menyebutkan, sejumlah sektor industri nasional telah memasuki era Industry 4.0, di antaranya industri semen, petrokimia, otomotif, serta makanan dan minuman. “Misalnya industri otomotif, dalam proses produksinya, mereka sudah menggunakan sistem robotic dan infrastruktur internet of things,”. Kemudian, di industri makanan dan minuman, teknologi Industry 4.0 diterapkan pada pemilihan bahan baku, tetapi untuk proses pengemasannya tetap menggunakan tenaga manusia. “Jadi kombinasi tersebut masih labour intensive, tidak menggantikan,” tegasnya.

Dan, langkah keempat, yang diperlukan adalah inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis. Upaya ini telah dilakukan Kementerian Perindustrian dengan mendorong penciptaan wirausaha berbasis teknologi yang dihasilkan dari beberapa technopark yang dibangun di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Bandung (Bandung Techno Park), Denpasar (TohpaTI Center), Semarang (Incubator Business Center Semarang), Makassar (Makassar Techno Park – Rumah Software Indonesia, dan Batam (Pusat Desain Ponsel).

 

 

 

Referensi

http://www.kemenperin.go.id/artikel/19025/Siap-Implementasi-Industry-4.0,-Pemerintah-Bentuk-Komite-Industri-Nasional

http://www.kemenperin.go.id/artikel/19287/Implementasi-Industri-4.0-Sebagai-Strategi-Wujudkan-Ekonomi-Pancasila

http://www.kemenperin.go.id/artikel/17565/Empat-Strategi-Indonesia-Masuk-Revolusi-Industri-Keempat

https://www.maxmanroe.com/revolusi-industri-4-0.html

https://www.zenius.net/blog/21104/revolusi-industri-4-0

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Penulis:

Salam Kerjasama Mahasiswa Perindustrian Indonesia FLMPI Pelopor ATK Yogyakarta Solidarity, Togetherness

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s